Kabar BioWare ditutup EA pada 21 Oktober 2026. Studio Kanada di balik Mass Effect dan Dragon Age itu ditutup bersama pemangkasan sekitar 400 karyawan EA, sekitar 50 di antaranya berada di BioWare, seperti dikutip Game Informer dari laporan Jason Schreier di Bloomberg.
Pengumuman datang lewat surat internal yang ditandatangani Cam Weber, Chief Studios Officer, dan David Tinson, COO. Beberapa jam kemudian, akun BioWare mengunggah pesan perpisahan sendiri: “There is nothing easy about writing these words.” EA juga menghentikan pengembangan game Mass Effect berikutnya yang masih berjalan di tahap awal pengembangan.
Surat yang Menutup Tiga Dekade
EA menyebut keputusan ini hasil dari “hard look at our business” selama beberapa bulan terakhir. Arah perusahaannya kini tiga: memperdalam franchise inti, memperluas jangkauan ke pasar baru, dan mengubah model bisnis lewat pengalaman olahraga.
Surat pengumuman EA memuat kalimat spesifik untuk BioWare: “we’ve had a small team at BioWare working on early-development for Mass Effect. We’ve made the decision not to move forward with this development, which means we’re closing the studio and our Edmonton workspace.” Satu kalimat penutup mengakui bobotnya: “BioWare is a legendary studio that helped define the role-playing genre, and we do not take this decision lightly.”
BioWare menanggapi pengumuman itu lewat akun X dengan pesan perpisahan. “There is nothing easy about writing these words,” tulis studio yang berdiri sejak 1995 itu, dilanjutkan: “From all of us at BioWare, thank you for being the most meaningful part of our story.”
Surat EA yang sama memuat janji pendampingan bagi karyawan terdampak untuk mencari peluang lain di dalam perusahaan, dengan komitmen “treating impacted colleagues with care and respect”.
Rantai Utang yang Berujung ke Edmonton
Penutupan ini tidak muncul dari ulasan game. EA resmi menjadi perusahaan privat pada 4 Agustus 2026 lewat leveraged buyout senilai $55 miliar. Konsorsiumnya dipimpin Public Investment Fund Arab Saudi bersama Silver Lake dan Affinity Partners milik Jared Kushner. Kesepakatan yang diumumkan sejak September 2025 itu tercatat sebagai LBO terbesar sepanjang sejarah.
Bebannya langsung menempel di neraca: utang sekitar $18 miliar dengan bunga yang diproyeksikan mencapai $1,8 miliar per tahun. Untuk menutup bunga itu, EA menargetkan penghematan operasional hingga $700 juta per tahun dengan memangkas “organizational inefficiencies”. Laporan Schreier di Bloomberg memperkirakan target itu berarti PHK lanjutan, pemangkasan R&D, dan penutupan studio yang kurang menguntungkan. EA mengingatkan posisinya sendiri di surat yang sama: penerbit nomor satu di pasar konsol HD Barat, tapi “our industry is changing quickly”.
BioWare bukan satu-satunya yang kena. Di surat yang sama, EA juga menunda “Project Lotus” demi “Project Evergreen” di lini Sims, merapikan tim skate., dan menggabungkan Respawn dengan DICE. BioWare hanya yang paling terkenal di daftar itu.
Sepuluh Tahun yang Perlahan Menggerus
Rekam jejak panjang mendahului keputusan itu. Sepanjang hampir satu dekade, rilisan BioWare bergerak menjauh dari puncak reputasinya, dan penutupan EA datang sebagai titik akhir dari tren tersebut.
| Tahun | Rilisan | Hasil |
|---|---|---|
| 2017 | Mass Effect: Andromeda | Kritik mengecewakan; dukungan konten dihentikan cepat |
| 2019 | Anthem | Flop live-service; proyek pembenahan dibatalkan dan layanan dimatikan |
| 2021 | Mass Effect: Legendary Edition | Titik terang: rilisan ulang trilogi diterima baik |
| 2024 | Dragon Age: The Veilguard | Ulasan kritik cukup baik, tapi 1,5 juta pemain vs proyeksi 3 juta |
| 2026 | Tidak ada rilisan | BioWare ditutup EA |
Angka Veilguard yang paling menentukan. EA mengharapkan tiga juta pemain; yang tercapai 1,5 juta dalam dua bulan pertama, selisih hampir 50 persen. Ulasan yang cukup baik tidak menutup celah itu.
Ulasan para kritikus tidak mencerminkan penerimaan di lapangan. Metacritic memberi 83 hingga 84 untuk versi PlayStation 5, tapi skor pengguna jatuh jauh di bawah angka itu. Steam berstatus Mixed dengan 67 persen ulasan positif dari lebih 45.240 ulasan. Puncak pemainnya di Steam mencapai 89.418, rekor launch BioWare di platform itu, tapi tetap jauh dari ambisi tiga juta pemain.
Muatan ulasan nol itu bukan cuma soal kualitas. Eurogamer melaporkan banyak ulasan pengguna berisi penolakan elemen yang dianggap woke, dari opsi kata ganti di kreator karakter sampai kehadiran karakter non-biner. Ulasan bernilai satu poin berbunyi: “Awful dialogue and obviously some woke agenda psyop”. Media games menyebutnya review bombing, dan Metacritic akhirnya merilis pernyataan resmi. Perdebatan tidak berhenti di satu sisi: keaslian ulasan positif juga dipersoalkan di komunitas.
Kabar dari Ex-pembuatnya
Michael Gamble, project director game Mass Effect yang dibatalkan, menulis di akun X beberapa jam setelah pengumuman: “Your support has meant everything to me over the past 17 years at BioWare.” Game Mass Effect berikutnya diumumkan perdana pada Desember 2020 lewat teaser Liara di The Game Awards. Artinya, enam tahun pengembangan berhenti di meja perancangan.
Casey Hudson, mantan general manager BioWare yang memimpin Mass Effect Trilogy, menyebut kabar itu “sad news” seperti dilaporkan IGN. Hudson sudah meninggalkan BioWare pada 2021, dan studio barunya, Humanoid Origin, tutup pada 2025 karena kekurangan pendanaan.
Duka tidak berhenti di mantan staf BioWare. Media gamesradar.com melaporkan developer The Witcher dan Cyberpunk 2077 ikut menyampaikan dukungan, menyebut seri Baldur’s Gate membentuk imajinasi dan keinginan membuat game.
Gelombang pemangkasan melintasi studio besar lain tahun ini. PHK Bungie pada Juni 2026 dan restrukturisasi Xbox pada Juli 2026 mengikuti pola yang sama.
Warisan yang Tidak Ikut Ditutup
Hak atas gamenya tetap berada di tangan EA. Mass Effect dan Dragon Age masuk portofolio perusahaan dan tidak ikut ditutup. Franchise lama berbeda cerita: Baldur’s Gate dan Neverwinter Nights melekat pada Dungeons & Dragons milik Wizards of the Coast, sementara Star Wars: Knights of the Old Republic terikat pada lisensi Star Wars yang dipegang Lucasfilm. Penutupan studio menghapus timnya, bukan nama gamenya.
EA tidak menyebut masa depan Mass Effect dan Dragon Age dalam pengumuman. Dua franchise itu kini menunggu apakah dialihkan ke studio lain di bawah EA atau diistirahatkan tanpa jadwal.
Tongkat Estafet Sudah Berpindah
Perginya BioWare mengosongkan posisi teratas RPG naratif, dan nama pengisinya sudah jelas. Larian Studios membuktikan model RPG modern lewat Baldur’s Gate 3 yang diterima sangat baik, sementara CD Projekt Red memulihkan reputasi Cyberpunk 2077 lewat pembaruan panjang.
Angka di Neraca Bukan Ulasan Kritikus
EA menutup BioWare sekitar dua setengah bulan setelah beban utang $18 miliar resmi menempel di neraca. Penutupan itu tidak datang bersamaan dengan ulasan terburuknya. Dragon Age: The Veilguard justru mendapat tanggapan kritik yang cukup baik; yang meleset adalah angkanya, 1,5 juta pemain dari proyeksi tiga juta.
Pengumuman penutupan studio memang diawali kalimat belasungkawa. Urutannya selalu sama: angka utang, target efisiensi, daftar proyek yang diprioritaskan, lalu nama studio yang keluar. EA merangkum kriterianya sendiri: “Saying no to some things we’re passionate about allows us to focus our teams and resources.” BioWare berada di sisi “no” kalimat itu. Kontribusi tiga dekadenya ke RPG tidak masuk dalam perhitungan mana pun; yang tersisa adalah katalog game dan para pembuatnya.
Tanya Jawab
EA menyebut penutupan sebagai bagian dari penataan portofolio setelah leveraged buyout $55 miliar pada Agustus 2026 membebani perusahaan dengan utang sekitar $18 miliar. Target efisiensi $700 juta per tahun membuat studio dengan proyek tahap awal, termasuk BioWare, masuk daftar pemangkasan. Latar belakang rilisan yang meleset selama satu dekade ikut memperkuat posisi itu.
Ya. Surat EA menyatakan keputusan “not to move forward” dengan pengembangan game Mass Effect berikutnya yang berjalan di tim kecil. EA tidak menyebut proyek pengganti untuk proyek itu.
Sekitar 400 orang, atau sekitar 3 persen total staf EA. Rinciannya sekitar 50 orang di BioWare dan 350 di divisi lain, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Game Informer.
Kedua franchise tetap milik EA. Pengumuman penutupan tidak membahas kelanjutannya, jadi belum ada keputusan resmi apakah diteruskan oleh studio lain atau diistirahatkan.
Tidak. Di surat yang sama EA juga menunda “Project Lotus” di lini Sims, merapikan tim skate., dan menggabungkan Respawn dengan DICE untuk proyek berikutnya.
Baca Juga:
- Setelah 10 Tahun Rilis, The Witcher 3 Dapat Dukungan Mod Lintas Platform (warisan RPG yang masih dirayakan jauh setelah rilis)