Insinyur Google Didakwa Pakai Data Internal Search Menangkan Rp18,6 Miliar di Polymarket

Seorang insinyur Google didakwa menggunakan data internal pencarian untuk memenangkan taruhan sebesar $1,2 juta di platform Polymarket, memicu preseden hukum baru.
05 Jun 2026 Dimas

Insinyur Google Didakwa Pakai Data Internal Search Menangkan Rp18,6 Miliar di Polymarket

Seorang insinyur Google didakwa menggunakan data internal pencarian untuk memenangkan taruhan sebesar $1,2 juta di platform Polymarket, memicu preseden hukum baru.
06 May 2026 Dimas

Bayangkan punya akses ke data rahasia. Data ini bisa memprediksi apa yang dicari jutaan orang di Google setiap detik. Sekarang, bayangkan menggunakan data itu bukan untuk membantu orang. Gunakan untuk menang taruhan miliaran rupiah di platform prediksi pasar. Itulah yang diduga dilakukan oleh insinyur Google. Ia sekarang berurusan dengan hukum di Amerika Serikat.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Michele Spagnuolo adalah insinyur di Google. Ia didakwa oleh Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York. Dakwaan terkait penyalahgunaan data pencarian internal perusahaan. Ia diduga menggunakan data itu untuk untung di Polymarket. Polymarket adalah platform taruhan prediksi berbasis cryptocurrency. Dari Oktober hingga Desember 2025, Spagnuolo menggunakan data tren pencarian internal Google. Data itu tidak dipublikasikan. Ia memasang taruhan di Polymarket. Keuntungannya mencapai $1,2 juta atau sekitar Rp18,6 miliar.

Pihak berwenang mendakwa Spagnuolo dengan tiga tuduhan utama: commodities fraud, wire fraud, dan money laundering. Data internal Google yang dia gunakan mencakup volume pencarian kata kunci tertentu secara real-time. Informasi ini jauh lebih detail dan cepat daripada data Google Trends yang tersedia untuk publik. Dengan data ini, dia bisa memprediksi hasil peristiwa yang diperdagangkan di Polymarket. Contohnya hasil pemilu sela AS atau peluncuran produk teknologi baru. Prediksi dilakukan sebelum informasi tersedia untuk masyarakat umum.

Kenapa Data Internal Google Begitu Berharga?

Data tren pencarian publik tersedia melalui Google Trends. Data ini memberikan gambaran umum tentang apa yang sedang dicari orang. Namun datanya tertunda beberapa hari. Hanya memberikan ringkasan tingkat tinggi. Sebaliknya, data internal Google dimiliki oleh karyawan perusahaan. Data ini memberikan akses ke angka volume pencarian langsung. Juga wilayah spesifik dan tren kata kunci yang sedang naik daun. Semua sebelum menjadi viral.

Keunggulan ini memungkinkan Spagnuolo memasang taruhan di Polymarket. Tingkat keyakinannya jauh lebih tinggi daripada bettor lainnya. Sebelumnya, Google Veo 3 menunjukkan betapa canggihnya alat yang dibuat perusahaan tersebut. Tapi akses ke data internal harus dijaga ketat. Agar tidak disalahgunakan seperti kasus ini.

Polymarket dan Taruhan Prediksi Berbasis Data

Polymarket adalah platform perdagangan prediksi terdesentralisasi. Pengguna memasang taruhan pada hasil peristiwa dunia nyata menggunakan cryptocurrency. Pasar di platform ini mencakup berbagai topik. Mulai dari politik, olahraga, hingga peluncuran produk teknologi. Keuntungan didapatkan ketika prediksi bettor sesuai dengan hasil akhir peristiwa tersebut.

Spagnuolo diduga menggunakan data internal Google untuk memverifikasi tren pencarian. Tren yang mendukung hasil tertentu di Polymarket. Misalnya, jika data internal menunjukkan lonjakan pencarian untuk kandidat politik tertentu di wilayah kunci. Ia akan memasang taruhan besar pada kandidat tersebut untuk memenangkan pemilu. Strategi ini memungkinkan dia mendapatkan keuntungan yang jauh melampaui bettor biasa. Bettor biasa hanya mengandalkan informasi publik yang tertunda.

Dampak Kasus Ini bagi Keamanan Data Teknologi

Kasus Spagnuolo memberikan preseden baru bagi penegakan hukum. Terkait penyalahgunaan data internal di perusahaan teknologi. Sebelumnya, hukum insider trading lebih sering diterapkan pada perdagangan saham. Tapi kasus ini memperluas cakupan ke platform prediksi pasar seperti Polymarket.

Google menyatakan telah bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan ini. Google telah memperketat kontrol akses data internal untuk mencegah kejadian serupa. Menurut laporan BBC, kasus ini menjadi pengingat bagi perusahaan teknologi. Perusahaan harus terus memantau penggunaan data internal oleh karyawan mereka.

Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana seseorang bisa mengubah data pencarian menjadi keuntungan taruhan sebesar itu? Jawabannya terletak pada kecepatan dan akurasi data. Data yang tidak tersedia untuk publik umum. Tanpa akses ke data internal ini, mustahil bagi siapa pun untuk memprediksi hasil peristiwa di Polymarket. Mustahil dengan tingkat akurasi yang sama seperti yang dilakukan oleh Spagnuolo.

Dimas Tarich W

Web Developer, Agentic AI & Digital Marketing Enthusiast. Igniters of Rubahbesi.com, Sampaitua.id & Spacyon.com