Sony Hentikan Produksi Disc Fisik PlayStation 2028: Gelombang Kekecewaan Komunitas Gamer Global

Sony resmi hentikan produksi disc fisik PlayStation mulai 2028. Komunitas gamer global dan Indonesia bereaksi keras. Ini fakta lengkapnya.
02 Jul 2026 Dimas 6 min read

1 Juli 2026. Sony stop disc fisik 2028. Sid Shuman, Senior Director Sony Interactive Entertainment, mempublikasikan pengumuman yang mengguncang industri game di PlayStation Blog. Produksi disc fisik untuk game PlayStation baru akan berakhir Januari 2028. Tidak ada peringatan sebelumnya. Tidak ada konsultasi publik. Begitu saja.

Dalam hitungan jam, postingan itu mencatat 2,2 juta views. Lebih dari 5.000 komentar membanjiri halaman itu. Tagar #NOTBUYINGPS6 trending di Twitter/X. Sony memutuskan untuk diam.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Pengumuman Sony bukan sekadar berita industri. Sony stop disc fisik 2028 adalah perubahan cara game didistribusikan di konsol PlayStation.

Mulai Januari 2028, semua game PlayStation baru hanya tersedia dalam format digital. Tidak ada lagi disc fisik yang diproduksi oleh Sony Digital Audio Disc Corporation, satu-satunya pabrik yang selama ini memproduksi Blu-ray PlayStation. Game yang dirilis sebelum 2028 masih akan memiliki versi disc. Tapi game baru? Hanya digital.

Alasan resmi Sony terdengar sederhana: tren konsumen sudah bergerak ke digital. Data mendukung klaim itu. Penjualan digital PlayStation mencapai 78-85% dari total penjualan di FY 2025-2026. Hanya 13% penjualan PS4 di 2013 yang digital. Sekarang angkanya berbalik total.

Tapi di balik data itu ada cerita lain. Analis industri mencatat pengumuman ini berkaitan erat dengan rencana Sony meluncurkan PS6. Dengan menghilangkan disc drive dari konsol masa depan, Sony bisa memangkas biaya produksi secara signifikan. Tidak perlu lagi membayar lisensi Blu-ray. Tidak perlu komponen fisik untuk membaca disc. Dan yang paling penting, tidak perlu membagi pendapatan dengan retailer fisik.

“Pengumuman ini untuk melembutkan backlash terhadap PS6,” kata Piers Harding-Rolls, analis game dari Ampere Analysis, kepada GameSpot.

Bom waktu di hari yang sama

Yang membuat pengumuman ini lebih kontroversial, Sony tidak hanya mengumumkan akhir disc fisik. Di hari yang sama, Sony juga mengumumkan penutupan PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita.

Sony menutup akses secara bertahap. Region Latin America dan Middle East mulai Agustus 2026. Penutupan global menyusul Juli 2027. Artinya, game digital yang dibeli pemilik PS3 dan PS Vita perlahan akan hilang ketika server ditutup.

Ironinya tajam. Sony mengatakan digital adalah masa depan yang aman. Tapi di saat yang sama, mereka menutup akses ke game digital lawas yang sudah dibeli konsumen. Kalau digital benar-benar aman, kenapa game PS3 dan Vita harus hilang?

Baca juga: Bungie Kehilangan Separuh Karyawan Setelah Destiny 2 Berakhir

Respons komunitas global

Kemarahan komunitas gamer meledak di berbagai platform.

Di Twitter/X, tagar #NOTBUYINGPS6 menjadi trending topic dalam beberapa jam. Komentar teratas di akun Instagram Sony berbunyi: “The end of physical discs is the end of my loyalty.” Akun @DoesItPlay1 menulis: “You are killing ownership. You are killing legal preservation.”

Banyak yang mengingatkan video Sony tahun 2013 yang mengolok-olok Xbox One karena kebijakan DRM ketat. Video itu menampilkan para eksekutif Sony yang tertawa saat mengatakan PlayStation tidak akan membatasi sharing game fisik. Sekarang, 13 tahun kemudian, Sony melakukan hal yang sama persis. Lebih parah, malah menghapus opsi fisik sepenuhnya.

Di Reddit, komunitas r/playstation, r/PS5, r/Games, dan r/technology ramai membahas pengumuman ini. Sentimen yang paling sering muncul: “Saya tahu ini akan datang, tapi tetap sedih.” Banyak yang menyuarakan kekhawatiran tentang game preservation. Tanpa disc, game bisa hilang selamanya ketika server ditutup.

Sony sendiri mengambil langkah yang tidak biasa: social media time out. Sejak pengumuman, tidak ada update resmi di X, YouTube, Bluesky, atau Facebook. Push Square melaporkan ini adalah kedua kalinya di 2026 Sony diam di semua platform setelah pengumuman kontroversial. Sebelumnya terjadi saat penutupan Bluepoint Games, dengan hiatus 72 jam.

Tapi tidak semua pihak menentang. Sebagian kecil gamer melihat langkah ini sebagai evolusi alami. Mereka berargumen mayoritas sudah tidak membeli disc bertahun-tahun. Kelompok yang protes, menurut mereka, hanyalah “loud minority.”

Respons komunitas Indonesia

Di Indonesia, reaksi serupa muncul dari berbagai media game lokal. Jagat Play, KAORI Nusantara, Gamebrott, CNN Indonesia, dan Indogamers semuanya meliput pengumuman ini. Gamebrott menyoroti protes fans PlayStation yang membeludak di kolom komentar PlayStation Blog.

Kekhawatiran gamer Indonesia memiliki keunikan tersendiri.

Pertama, harga game digital di PS Store Indonesia sering kali lebih mahal dari disc bekas. Pasar game bekas di Indonesia sangat besar, tersebar di Tokopedia, Shopee, dan grup Facebook. Dengan hilangnya opsi fisik, gamer Indonesia kehilangan alternatif harga yang selama ini menjadi penyelamat dompet.

Kedua, akses internet tidak merata. Download game berkapasitas 50-100 GB membutuhkan koneksi stabil dan kuota yang tidak sedikit. Di daerah dengan infrastruktur internet terbatas, ini bukan sekadar ketidaknyamanan. Ini penghalang nyata.

Ketiga, kolektor game fisik panik. Pre-order game fisik dari luar negeri adalah kebiasaan kolektor Tanah Air. Edisi terbatas, steelbook, soundtrack bundle, semua itu hanya tersedia dalam format fisik. Setelah 2028, semua itu lenyap.

Dampak lebih luas

Pengumuman Sony tidak hanya berdampak pada pemain. Retail game fisik terancam mati untuk game PlayStation after-2028. GameStop, EB Games, dan toko game lokal di Indonesia harus mencari model bisnis baru atau tutup.

Game preservation menjadi isu yang semakin mendesak. Video Game History Foundation telah lama memperingatkan bahwa game lawas makin sulit diakses. Sony sendiri punya riwayat menghapus konten digital yang sudah dibeli konsumen. Pada 2024, Funimation menghapus akses ke anime yang sudah dibeli pengguna. Pada 2026, StudioCanal melakukan hal serupa. Tanpa disc fisik, preservasi game sepenuhnya bergantung pada kebaikan perusahaan.

Perbandingan dengan kompetitor juga menarik. Nintendo masih menggunakan kartrid fisik (Game-Key Card) untuk konsol mereka. Xbox belum mengumumkan langkah serupa, meski tren digital juga naik di platform mereka. PC sudah digital-first sejak lama lewat Steam dan GOG. Tapi PC tidak pernah memiliki budaya disc sekuat konsol.

Perspektif “you will own nothing”

Pengumuman Sony mengingatkan publik tentang frasa viral yang pernah dipublikasikan World Economic Forum: “You’ll own nothing and be happy.”

Perjanjian lisensi Sony secara eksplisit menyatakan: “you buy a personal license, not the product.” Ketika membeli game digital di PlayStation Store, konsumen tidak benar-benar memiliki game. Mereka hanya memiliki lisensi untuk mengakses game selama server aktif dan lisensi belum dicabut.

Dengan disc fisik, situasinya berbeda. Disc adalah milik konsumen. Bisa dijual, dibeli bekas, dikoleksi, atau dimainkan tanpa koneksi internet. Ketika disc dihapus, opsi-opsi itu ikut hilang.

Reuters pernah melakukan fact check terhadap frasa “You’ll own nothing” dan menyimpulkan klaim tentang WEF adalah misleading. Tapi dalam konteks gaming Sony, frasa itu terasa lebih nyata dari sebelumnya.

Sisa 18 bulan: apa artinya Sony stop disc fisik 2028

Keputusan Sony adalah titik balik sejarah gaming. Bukan karena tren digital itu salah. Tapi karena cara Sony mengumumkan dan timing-nya membuat kemarahan meledak.

Sisa 18 bulan sebelum Januari 2028 menjadi waktu bagi gamer untuk mengoleksi game fisik terakhir. Game seperti GTA 6 (November 2026), Wolverine, dan God of War Laufey masih akan tersedia dalam format disc. Tapi setelah itu, era digital-only dimulai.

Pertanyaan besar tersisa: apakah Sony akan bergeming atau berubah pikiran seperti saat membatalkan kebijakan PS3/Vita store di 2021? Prediksi analis, Sony kemungkinan akan diam sampai Oktober atau November 2026, lalu kembali dengan pengumuman PS6 untuk mengalihkan perhatian.

Sementara itu, komunitas gamer global dan Indonesia terus menunggu. Apakah ini benar-benar akhir dari sebuah era, atau awal dari sesuatu yang belum bisa dibayangkan?

Infografik – Sony Stop Disc Fisik 2028: Reaksi Gamer
Bagaimana menurutmu keputusan Sony menghentikan produksi disc fisik PlayStation?
Dimas Tarich W

Media Strategy & Content Operations at Spacyon.com. Agentic AI & Digital Marketing Enthusiast.

Related Articles