CXMT adalah produsen DRAM terbesar keempat di dunia dengan pangsa pasar 8-10%. Di tengah kelangkaan chip memori terparah dalam satu dekade, perusahaan China ini justru menjadi pemain keempat yang ikut menaikkan harga, bukan menurunkannya.
64GB DDR5 server RDIMM. $1.240 per unit. Dan CXMT, pendatang baru dari Hefei, membanderolnya lebih mahal dari Samsung. Ini bukan skenario yang diharapkan banyak pihak.
Ketika CXMT muncul sebagai produsen DRAM China pertama yang serius, pasar berasumsi bahwa harga RAM akan turun. Asumsi itu terbukti keliru.
Tapi siapa sebenarnya perusahaan ini? Dan kenapa perusahaan ini relevan di tengah krisis DRAM terbesar dalam satu dekade?
Dari Startup Kota Kecil ke Pemain Global Keempat
Berdiri tahun 2016 di Hefei, ibu kota provinsi Anhui, China timur. Namanya saat itu Innotron Memory. Modal awal: 10 juta yuan, sekitar $1.5 juta. Sumber dana datang dari kendaraan investasi di bawah zona pengembangan ekonomi Hefei.
Hampir satu dekade kemudian, CXMT menempati peringkat keempat produsen DRAM global dengan pangsa pasar 8-10%. Di depannya ada Samsung (36%), SK Hynix (29%), dan Micron (24%), menurut laporan TechPowerUp.
Produk yang dihasilkan kini mencakup DDR5 16nm G4, DDR5-8000, dan LPDDR5X-10667. Ketinggalan tiga tahun dari Big 3 dalam hal manufaktur, menurut analisis TechInsights. Tapi kecepatan ekspansi CXMT membuat jarak itu menyempit cepat.
Pekan lalu, CXMT mencatat debut saham di Shanghai STAR Market. Sahamnya melonjak hampir 500% di hari pertama, meraup $8.6 miliar, IPO terbesar Asia tahun ini. Pendapatan kuartal pertama 2026 mencapai 50.8 miliar yuan, naik lebih dari 700% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, lapor Reuters.
Negara Sebagai Venture Capitalist
Kisah CXMT tidak bisa dilepaskan dari model pendanaan yang unik. Hefei, kota dengan PDB setara 1,4 triliun yuan, memegang 36.8% saham perusahaan melalui investor yang terafiliasi pemerintah. Total kepemilikan negara, termasuk provinsi Anhui, mencapai sekitar 50%.
Nilai saham itu di harga IPO: 213 miliar yuan, atau $31.5 miliar. Angka ini lebih dari dua kali lipat pendapatan kota Hefei tahun 2025. Keuntungan dari perusahaan ini diperkirakan tidak akan dibagikan langsung ke penduduk, melainkan diputar kembali ke investasi industri strategis berikutnya.
Christopher Beddor, deputi direktur riset China di Gavekal Dragonomics, menyebut CXMT sebagai “bet tunggal terbesar Hefei.” Pemerintah lokal mendukung perusahaan ini melewati tahun-tahun kerugian. Kini, hasilnya mulai terlihat.
CXMT membangun cleanroom dalam 12 bulan. Industri biasanya membutuhkan 21-24 bulan. Analis dari Citrini Research menyebutkan target akhir tahun ini mencapai 350.000 wafer per bulan, menyamai kapasitas produksi Micron. Semua dicapai tanpa akses ke mesin EUV lithography yang diblokir sanksi AS.
Kontroversi CXMT yang Membayangi
Perusahaan juga dihadapkan pada tuduhan pencurian kekayaan intelektual. Desember 2025, jaksa Seoul mendakwa 10 mantan karyawan Samsung karena membocorkan teknologi DRAM 10nm ke CXMT. Ribuan langkah proses fabrikasi diklaim disalin dan dikirim melalui perusahaan cangkang.
Nilai teknologi yang bocor mencapai 1.6 triliun won, atau lebih dari $1 miliar. Pengembangan proses 10nm itu memakan waktu lima tahun. Salah satu terdakwa, yang hanya disebut “A,” kini menjabat kepala pengembangan di CXMT.
Jaksa Korea menyebut kemajuan CXMT di DRAM 10nm “sulit dijelaskan” tanpa akses ke roadmap Samsung. Perusahaan membantah keterlibatan dalam kasus ini.
Di sisi lain, Perusahaan ini juga masuk daftar hitam pemerintah AS. NDAA 2023 melarang badan federal AS membeli produk CXMT. Juni 2026, Pentagon menambahkan CXMT ke daftar perusahaan yang terafiliasi dengan militer China. Ironisnya, Apple justru sedang bernegosiasi dengan pemerintah AS untuk mendapatkan izin menggunakan CXMT di produk iPhone dan Mac, ungkap TechSpot.
Ramagedon dan Paradoks Harga
Ramagedon bukan hiperbola. ADATA Chairman Chen Li-bai menyatakan bahwa kelangkaan DRAM akan berlangsung setidaknya 10 tahun. Permintaan AI melampaui pasokan dengan selisih yang terus melebar. Samsung, SK Hynix, dan Micron tidak mampu mengejar.
Di sinilah paradoks CXMT muncul. Pasar mengharapkan pemain keempat dari China akan menekan harga. Kenyataannya, perusahaan menjual 64GB DDR5 server RDIMM lebih mahal dari Samsung.
Beberapa perusahaan elektronik China melaporkan kenaikan harga dari perusahaan ini ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi. Keluhan itu tidak mengubah apa pun. Perusahaan tidak perlu bersaing harga karena kapasitas produksi habis terserap permintaan domestik.
CXMT juga membangun dua pabrik baru di Shanghai dan Hefei. Ketika beroperasi, kapasitas bulanan akan melampaui 600.000 wafer. Cukup untuk menggeser Micron dari posisi ketiga global. Tapi semua tambahan pasokan itu belum cukup untuk mengakhiri Ramagedon.
Bagi konsumen, satu hal mulai jelas: CXMT bukan dewa penolong yang akan mengembalikan harga RAM ke level normal. Perusahaan ini adalah pemain keempat di papan yang sama. Dengan aturan yang sama. Di era di mana permintaan tidak pernah cukup.