Kalau kamu penggemar game survival yang menantang sekaligus penuh eksperimen, bersiaplah! Prologue: Go Wayback!, karya dari Brendan “PLAYERUNKNOWN” Greene kreator PUBG resmi meluncur ke Early Access pada 20 November 2025. Meski sebagian pemain sudah mencicipinya lewat open beta, kini pintu terbuka lebar untuk semua orang menjelajahi dunia survival yang unik, tenang, namun penuh keputusan kritis.
Bertahan Hidup Dimulai dari Kabin Terpencil
Setiap sesi dimulai di sebuah kabin hutan yang ditempatkan secara acak. Di dalamnya, kamu langsung disambut peralatan survival dasar: obor, batang ferro untuk menyalakan api, teropong, peta fisik, dan kompas. Ada juga jaket tebal tergantung di pintu wajib dipakai kalau cuaca tiba-tiba berubah jadi ekstrem! Namun tantangan pertama bukanlah cuaca, melainkan manajemen inventaris ala Resident Evil. Grid terbatas memaksa kamu membuat pilihan sulit: bawa peta atau simpan lebih banyak makanan kaleng? Mau menghafal peta atau bahkan menggambarnya ulang di kertas nyata? Setiap keputusan jadi semacam “handicap” kreatif yang membuat gameplay terasa personal dan penuh deduksi.
Tiga Mode Main Prologue: Go Wayback! + Map Editor
Game ini menawarkan tiga mode: Go Wayback! (tujuan: mencapai Weather Tower), Survive (bertahan selama mungkin dengan sumber daya terbatas), dan Free Roam (eksplorasi tanpa tekanan kelaparan atau kedinginan). Kamu juga bisa mengatur cuaca, waktu (siang/malam), frekuensi item, dan bahkan mendesain peta sendiri lewat Map Editor. Semua ini dilengkapi sistem penyimpanan, jadi eksperimenmu nggak hilang begitu saja.

Visi Jangka Panjang “Open Source”, Tapi Tidak Dipaksakan
Greene punya mimpi besar, mesin game ini (disebut Melba) akan open source, memungkinkan pemain memodifikasinya menggunakan tools seperti Blender. Namun ia tegas, ini bukan platform konten melainkan ajakan halus untuk berkreasi. Soal ekonomi dalam game, termasuk integrasi kripto, ia bersikap hati-hati. “Mungkin baru di Game Ketiga”, katanya, menekankan pentingnya fondasi yang kuat dulu sebelum membuka ekosistem ke dunia luar.
Prologue: Go Wayback! dibanderol $20, dan Greene sendiri mengakui banyak orang mungkin “benci” karena tingkat kesulitannya. Tapi justru di situlah pesonanya: tenang, cerdas, dan memberi ruang luas untuk eksperimen. Siapkan mental, jaket tebal, dan rasa ingin tahu karena petualangan survival ini nggak cuma soal bertahan hidup, tapi juga soal bagaimana kamu memilih untuk menjalani dunia itu.
Kamu bisa check Prologue: Go Wayback! versi Steam di sini: Prologue: Go Wayback! on Steam